Menyusuri sepanjang jalan kehidupan, entah berapa umur yang telah dilalui. Sebanyak apa pula pengalaman yang sudah tersirat dan tersurat, manusia tidak menghitung. Hidup manusia layaknya film box office. Ada pemain utama, ada pula orang – orang tak terlihat. Ada sukses ada pula gagal. Sejenak pernahkah kita memperhatikan seberapa banyak orang – orang tak terlihat itu? bagaimana peran mereka? Konon, mereka dianggap kaum sudra oleh kaum bangsawan. Betapa tidak, seorang dengan peran kecil, akan sedikit terlihat dunia. Betulkah seorang perlu belajar untuk peran yang besar?
Blogroll
Sabtu, 08 Maret 2014
Belajar untuk Kebebasan!
Bukankah kesuksesan itu tidak bisa segera digegaskan tanpa kerja keras?
Menyusuri sepanjang jalan kehidupan, entah berapa umur yang telah dilalui. Sebanyak apa pula pengalaman yang sudah tersirat dan tersurat, manusia tidak menghitung. Hidup manusia layaknya film box office. Ada pemain utama, ada pula orang – orang tak terlihat. Ada sukses ada pula gagal. Sejenak pernahkah kita memperhatikan seberapa banyak orang – orang tak terlihat itu? bagaimana peran mereka? Konon, mereka dianggap kaum sudra oleh kaum bangsawan. Betapa tidak, seorang dengan peran kecil, akan sedikit terlihat dunia. Betulkah seorang perlu belajar untuk peran yang besar?
Menyusuri sepanjang jalan kehidupan, entah berapa umur yang telah dilalui. Sebanyak apa pula pengalaman yang sudah tersirat dan tersurat, manusia tidak menghitung. Hidup manusia layaknya film box office. Ada pemain utama, ada pula orang – orang tak terlihat. Ada sukses ada pula gagal. Sejenak pernahkah kita memperhatikan seberapa banyak orang – orang tak terlihat itu? bagaimana peran mereka? Konon, mereka dianggap kaum sudra oleh kaum bangsawan. Betapa tidak, seorang dengan peran kecil, akan sedikit terlihat dunia. Betulkah seorang perlu belajar untuk peran yang besar?
Senin, 10 Februari 2014
Stop Anak Putus Sekolah
Angka putus sekolah anak Indonesia tahun ini masih tinggi. Kurang lebib 12 juta anak Indonesia (2010) yang belum bisa menyelesaikan wajib belajar (Wajar) Sembilan tahun. Hal itu tentu sangat bertolak belakang dengan alokasi anggaran untuk pendidikan yang mencapai 20% dari total APBN. Sayangnya anggaran sebesar itu hingga saat ini belum bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya anak putus sekolah tak lain karena mahalnya biaya pendidikan. Sekalipun saat ini pemerintah telah memberikan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan juga beasiswa, akan tetapi hal itu tampaknya belum cukup untuk menekan jumlah anak putus sekolah. Karena bantuan-bantuan tersebut hanya bersifat terbatas, BOS hanya untuk kebutuhan sekolah dan beasiswa hanya untuk biaya SPP siswa. Sedangkan biaya kebutuhan lain yang jumlahnya lebih banyak masih menjadi tanggungan siswa.
![]() |
| anak putus sekolah |
Di sisi lain, di tengah maraknya anak-anak putus sekolah justru pemerintah menggulirkan program sekolah unggulan berlabel rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Keberadaan dua sekolah ini malah menjadi dilema bagi dunia pendidikan kita. Di satu sisi pemerintah ingin membangun pendidikan berkualitas, di sisi lain hal itu memunculkan nuansa diskriminatif, karena RSBI/SBI hanya mengakomodasi kepentingan orang kaya.
Dari sanalah muncul kecemburuan dari sekolah-sekolah non RSBI/SBI. Sekolah-sekolah tersebut akhirnya mengadopsi cara yang digunakan oleh sekolah RSBI dengan meningkatkan biaya sekolah. Dalam hal ini tentu yang jadi korban adalah anak-anak dari keluarga miskin, sehingga yang terjadi adalah banyak anak putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah yang tinggi.
Rabu, 15 Januari 2014
Tumbuhan Penunjang Kehidupan
Salah satu elemen penting dalam hidup ini adalah tersedianya oksigen yang melimpah ruah diudara. Oksigen merupakan unsur yang sangat mendasar yang dibutuhkan manusia dan hewan untuk terus melanjutkan kehidupan. Darimanakah asalnya?
Fotosintesis adalah nama proses yang mendasar ini. Proses ini terjadi pada sebagian besar tumbuhan yang terbentang dipermukaan bumi ini. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat melakukannya dengan adanya bantuan sinar matahari dan mendapatkan zat-zat dari dalam tanah seperti air.
Matahari yang berjarak berjuta-juta kilometer dari bumi tidak menjadi halangan untuk berperan dalam kehidupan ini. Adapun air dari dalam tanah yang tersembunyi turut ambil bagian disini. Dan tentusaja daun dari tumbuhan yang menjadi produsen dari oksigen tersebut.
Rabu, 18 Desember 2013
Pentingnya Belajar Bagi Manusia
Belajar adalah suatu kegiatan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Itu sebabnya belajar itu sangat penting bagi seluruh manusia termasuk kita sebagai seorang pelajar atau mahasiswa. Karena tanpa belajar maka kita tidak akan mengetahui apa yang seharusnya kita ketahui. Bahkan adapun orang yang beranggapan bahwa belajar itu merupakan suatu yang membosankan dan juga kadang merepotkan, nah, dari anggapan tersebut maka kita dituntut agar lebih mampu membuat belajar itu menjadi lebih bervariasi dan penuh warna, contohnya seperti, menulis pelajaran diatas kertas berwarna dan menempelnya ditempat yang sering kita lewati atau singgahi, selain itu juga kita harus mampu membuat belajar itu menjadi suatu kebutuhan terpenting dalam diri kita. Dan juga harus lebih mampu mengubah pemikiran kita bahwa ternyata belajar itu adalah suatu yang sangat menyenangkan.
Kita juga harus bisa menganggap bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan yang benar-benar harus dipenuhi. Atau bisa juga belajar itu diibaratkan seperti makan apabila kita tidak makan maka kita akan lapar. Begitu juga dengan belajar, apabila kita tidak belajar maka kita juga akan lapar akan ilmu-ilmu yang ingin kita ketahui.
Nah, inilah yang mendasari kenapa dikatakan belajar itu sebaiknya di anggap menjadi kebutuhan hidup kita. Sebelum kita memulai belajar kita harus member sugesti dalam diri kita bahwa kita ini adalah orang yang bodoh yang masih membutuhkan belajar agar menjadi orang yaqng lebih baik lagi. Sepeti slogan Steve Jobs yang berbunyi:
“Stay Hungry, Stay Foolosh” (tetaplah lapar (ilmu) dan tetaplah bodoh)
Artinya bahwa orang yang lapar ilmu dan bodoh akan suatu ilmu pengetahuan ia akan bekerja keras atau berusaha sekeras-kerasnya untuk mendapatkan ilmu tergantung kepada individu-individunya. Sumber belajar itu bukan hanya buku tetapi sumber belajar kita itu sangat banyak yaitu, lingkungan sekitar, media computer atau internet dan juga pengalaman pribadi atau orang lain.
Didalam al-Quran juga di tuliskan bahwa setap manusia dianjurkan untuk belajar seperti yang terdapat didalam surat al-Alaq yang artinya “bacalah”. Dan juga allah mengatakan bahwa ALLAH akan meninggikan derajat orang-rang yang berilmu. Nah bagaimana kita mw menjadi orang yang berilmu kalau kita tidak mau belajar.
Oleh karena itu marilah kita luangkan waktu kita untuk belajar agar menjadi bekal dalam diri kita dan mengatasi segala permasalahan-permasalahan didalam kehidupan ini.









